Arti Muammar Habbab dan Filosofinya


Mengapa dinamai Muammar Habbab?

Tepat jam 13.00 WIB tanggal 30 januari 2013, saya adalah orang yang berbahagia karna dikarunia seorang anak laki laki dari pernikahan saya dengan Arifah. Anak tersebut saya namai “Muammar Habbab”

Muammar berarti dimakmurkan atau bisa juga diartikan dibahagiakan, sedangkan Habbab adalah seorang sahabat nabi yang cerdas, pemberani, kritis dan kaya. Sejarah mencatat ketika perang Badar, Habbab si Sahabat pemberani ini adalah tokoh yang diminta pertimbangannya oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassalam ketika perang Badar yang mengemukakan pendapatnya agar pasukan diposkan di tempat-tempat sumber air dalam melawan musuh. Beliau sempat mengikuti perang Badar, Uhud dan semua perang yang diikuti Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassalam. Beliau ini meninggal di masa pemerintahan Umar bin Khattab berikut penggalan kisahnya:

Kaum Quraisy dan bala bantuannya yang banyak itu dikerah oleh Abu Sufyan, mengambil kedudukan dilereng jauh ditempat rendah. Sedang Rasulullah memerintahkan pasukan beliau mengambil tempat dilereng yang dekat ditempat tinggi dari Wadi Badar.

Seorang sahabat bernama Habbab bin Munzir mendatangi Rasulullah dan berkata: “Apakah kedudukan yang engkau pilih ini menurut perintah (wahyu) dari Allah? Kalau memang begitu, kita tidak akan beranjak dari kedudukan ini. Tetapi kalau hanya pendapat Rasulullah sendiri berdasarkan siasat atau strategi semata, maka saya berpendapat lain. Lebih baik kita mengambil kedudukan ditempat yang lebih rendah, dekat sumber air yang akan diperguna-kan oleh musuh-musuh itu. Kita buat tangki-tangki dan kita gali perigi, lalu kita penuhi dengan air dari sumber itu, kemudian sumber itu kita timbun dengan tanah. Biar musuh tidak dapat air minuman, agar mereka menderita dahaga, sedang kita terus bertempur dengan persediaan air yang banyak itu.”

Pendapat Habbab ini dibenarkan oleh Rasulullah, kerana Rasulullah mengambil tempat kedudukan yang pertama tadi itu tidak berdasarkan perintah dari Allah, semata-mata pendapat peribadi beliau sendiri.

Kemudian Seluruh pasukan Rasulullah dikerahkan untuk membuat tangki-tangki dan menggali perigi, mengisinya dengan air sebanyak mungkin, lalu menutup sumber air yang akan dipergunakan oleh musuh itu.

Sebelum nama fix-nya muammar habbab saya sudah menyiapkan nama yaitu muazzam ammar syabab yang saya ambil dari penggalan nama nama bayi bahasa arab di internet, namun saat konsultasi ke mertua, nama tersebut di tolak karena tidak sesuai dengan kaidah bahasa arab, (maklum saya bukan dari background pesantren) , Mertua saya yang saat ini menjadi kakek (ust. Anwar nasihin, Lc) mengusulkan nama habbab  dengan filosofi tersebut diatas, tapi saya dan istri menginginkan setidaknya ada 2 kata maka saya menambahkan nama muammar didepannya dan panggilannya jadi “ammar” . Maka jadilah nama utuh “Muammar Habbab”

Oiya, saya memang sengaja memilih dan memberi nama anak saya dengan huruf tasydid atau huruf dobel (dobel “m” dan dobel “b”) karena mudah mudahan bisa memiliki energy yang berlipat. Karena kalau dicermati nama Rasul muhammad memiliki huruf dobel “m” yang tidak dijumpai pada 24 nabi/rasul yang lain.