Category Archives: Sharing

Lelang KPR Macet


Bank Syariah – Beberapa minggu kemaren saya membuat memo persetujuan lelang untuk nasabah pembiayaan rumah (atau dalam istilah konvennya KPR) macet yang belum membayar angsuran lewat dari 270 hari (kolektibiltas 5). Saya mengajukan persetujuan lelang nya lelang swasta dan bukan lelang negri.

Dari kacamata Bank, secara umum apabila ada nasabah macet / tidak mampu membayar angsuran perbulan rumah maka  berdasarkan UU Hak Tanggungan Pasal 20 ayat 1 Bank memiliki hak untuk menjual objek Hak Tanggungan dan mengambil pelunasan atas utang  dari hasil penjualan rumah  tersebut.

Biasanya eksekusi lelang itu bisa melalui lelang negri maupun lelang swasta, pilihan menggunakan lelang pengadilan negri /swasta tergantung nasabahnya itu sendiri, jika bank melihat ada indikasi perlawanan dari nasabah untuk menggugat Bank maka dipilihlah lelang pengadilan negri namun apabila Bank melihat tidak ada perlawanan dari nasabah maka dipilihlan lelang swasta. Jika menghitung biaya pengeluaran yang timbul dari proses lelang, Bank condong memilih lelang swasta karena biaya biaya yang timbul dari lelang swasta jauh lebih murah dariada lelang negri. Perbandingannya bisa sampai 10 x lipatnya, yang membuat besar pengeluaran adalah di biaya pengacaranya sama succes feenya.

Dalam hasil penjualan lelang lebih besar daripada utangnya, sisa hasil penjualan objek Hak Tanggungan ( jaminan) menjadi hak pemberi Hak Tanggungan (kelebihan jadi milik nasabah).Di sisi lain, jika hasil penjualan objek Hak Tanggungan tersebut tidak cukup untuk melunasi utang , maka nasabah masih mempunyai utang yang harus dilunasi kepada Bank.

Oleh karna itu, apabila kita mendapatkan fasiltas pembiayan rumah dari Bank dan kita tidak mampu untuk mengangsur lagi karena sebab sebab tertentu jangan sampai dibiarkan hingga di lelang oleh Bank karena kita akan kehilangan rumah,  tipsnya hubungi marketing Bank kemudian utarakan apa yang menjadi kendala tersendatnya angsuran kemudian mintalah di revisi/reschedule/restruktur angsuran agar menjadi lebih ringan, dengan begitu kita bisa melanjutkan angsuran rumah dan terhindar dari proses lelang.

note: perlu di ingat hak untuk merivisi/reschedule/restruktur adalah wewenang bank jadi semoga di setujui jika mengajukannya 🙂

 

Jangan DP Rumah sebelum KPR disetujui


Di zaman sekarang banyak sekali permintaan akan rumah, namun membeli rumah tidak semudah membalikkan telapak tangan. Oleh karenanya banyak orang yang mengajukan KPR di bank. Namun bagi Anda yang ingin beli rumah ke developer dan akan KPR juga baiknya pastikan bahwa DP rumah kedeveloper tidak akan hangus jika KPR tidak disetujui oleh bank. Tentunya akan sangat rugi jika DP hangus gara-gara KPR tidak disetujui oleh Bank.

Secara umum Bank tidak akan  meyetujui KPR jika:

  1. Bi Checking nasabah jelek. Apa itu BI Checking? Bi Checking adalah laporan yang dikeluarkan oleh Bank Indonesia yang berisi riwayat kredit/pinjaman seorang nasabah kepada bank atau lembaga keuangan non bank. Jadi kalau pernah pinjem kredit terus telat-telat alamat Bi Checking jelek tuh
  2. DSR (Debt Service Ratio) ga cukup untuk angsuran ke bank. Masing masing bank punya kebijakan tersendiri tentang DSR ada yang 35%, 40% bahkan 50%. Gampangnya DSR itu perbandingan angsuran dengan total pendapatan. Misal gaji 10 juta, kalau Bank A ngasih DSR 40% berarti maksimal angsuran yang bisa terpakai 4 juta aja.
  3. Jaminan legalitas Rumah yg mau di beli ke developer bermasalah. Perlu ditanyain ke developer Sertifikatnya gimana, sudah pecah atau belum?, sudah ada IMB atau belum? dll. selain ditanya ke developer juga ditanya ke warga sekitar karna bisa jadi developer bicara manis tapi legalitas bermasalah.
  4. Rumah yang akan di KPR kan tidak memenuhi persyaratan Bank. Misalnya tidak bisa di lalui mobil, Belum ada sertifikat (SHM), rumah dekat Sutet, rumah dekat kuburan, Tidak ada IMB

selain tiga diatas ada beberapa lagi yang menjadi pertimbangan Bank tapi sifatnya hanya administratif seperti kelengkapan identitas pribadi, penghasilan dll. Menurut saya Bank lebih suka pada orang yang ngajuin KPR seorang pegawai tetap soalnya cepet,gampang analisanya dan ga terlalu ribet  dibandingkan yang ngajuin wiraswasta.

Intinya sih, banyak tanya kumpulkan informasi baik ke pihak developer atau pihak Bank biar sama sama enak, setelah yakin beli deh tuh Rumah 🙂